Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

JANGAN MEMBODOHI RAKYAT DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Posted by Buyung Syafei pada 20 Mei 2009

Prof. H. Buyung Achmad Sjafei, Ph.D. – Jakarta, 17  Mei 2009

Latar Belakang

Sejarah pemikiran tentang ilmu ekonomi tebagi dari dua kutup pemikiran yang dalam praktiknya menghasilkan kebijaksanan-kebijaksanan ekonomi yang berbeda bahkan berlawanan. Pertama, teori ekonomi yang dikenal dengan klasik, neo-klasik, libral dan neo-liberal yang pada intinya berpusat pada mekanisme pasar sebagai tangan yang tidak kelihatan yang dianggap mampu mengatur kehidupan perekonomian untuk mencapai kemajuan ekonomi sesuat bangsa. Ini secara evolusi beratus tahun berhasil dicapai oleh Negara-negara Eropah Barat, Amerika Utara, dan Jepang menjadi Negara-negara industri maju. Kedua, pemikiran yang timbul dari kebutuhan pembangunan Negara-negara EropahTimur, terutama Uni Soviet yang berpusat pada peranan besar Negara dalam pembangunan ekonomi untuk mencapai masyarakat sosialisme dengan suatu perencanaan sentral oleh Negara.

Peranan Negara dalam perekonomian mendomonasi pemikiran para pemimipn Negara-negara sedang berkembang Asia, Afrika, dan Amerika Latin pada tahun 1960-an, yang dipengaruhi terutama oleh keberhasilan Negara-negara sosialis Eropa Timur dalam waktu singkat dapat mencapai kemajuan dalam semua bidang dengan adanya peranan besar dari negara. Selain itu ada juga pengaruh pemikiran beberapa ahli ekonomi Barat yang melihat berhasilnya pemulihan ekonomi Eropa Barat setalah hancur dalam PD-II dengan Marshall Plan yang menurut pemikiran mereka dapat diterpakan di Negara-negara sedang berkembang. Yang terpenting adalah keyakinan pemimpin-pemimpin nagara-nagara sedang berkembang untuk mencapai kemajuan bangsa yang cepat dan tidak tergantung pada asing kususnya bekas penjajah, dengan kemandirian ekonomi, dapat diwujudkan dengan peranan Negara melalui suatu perencanaan pembangunan nasional.

Kondisi Dunia Sekarang

Kita tidak mungkin dapat menutup mata terhadap perubahan-perubahan mendasar yang terjadi di dunia ini pada penghujung abad ke-XX dan awal abad ke- XXI. Perubahan yang sangat mendasar adalah rontoknya Negara-negara Eropah Timur sebagai blok begara-negara sosialis, yang dimulai oleh Uni Soviet sebagai Negara adi kuasa, yang merupakan acuan Negara-negara sedang berkembang, turut berpengaruh terhadap ideologi pembangunan Negara-negara sedang berkembang. Dalam bidang ekonomi dimulai dengan glasnost dan perestroika dari Mikail Gorbacov, Uni Soviet masuk ke mazhab pasar bebas, privatisasi perusahaan-perusahaan milik Negara, hilangnya subsidi-subsidi tertentu. Bagi Rusia dan Negara-negara bekas Uni Soviet mungkin tidak ada masalah masuk ke pasar bebas, karena basis ekonomi dan teknologinya sudah sangat kuat; justeru dengan masuknya ke pasar bebas dunia kemungkinan dapat memanfaatkan keunggulan-keunggulan yang ada di dunia lain. Bagi Indonesia untuk masuk ke pasar bebas dunia sama sekali belum siap, karena keterbelakangan dalam segala bidang belum berhasil diatasi.

Globalisasi di satu pihak, regionalisasi di lain pihak, ditambah lagi oleh lembaga-lembaga internasional seperti IMF, World Bank, GATT, WTO membuka pintu seluas-luasnya bagi pasar bebas dan libralisasi ekonomi dan perdagangan internasional. Negara-negara sedang berkembang tidak mampu untuk menghadang apalagi mencegah akibat jelek dari globalisasi ini. Inti globalisasi adalah untuk menghilangkan semua barier dalam perdagangan internasional, penguasaan ekonomi dunia ke tiga oleh Perusahaan-perusahaan Multinasional milik Eropah Barat, Amerika Utara, dan Jepang; dan akibatnya tidak mungkin efektif keinginan pemerintah sesuatu Negara untuk proteksi industri dalam negeri.

Keadaan ekonomi Negara-negara sedang berkembang, hampir tidak mengalami kemajuan kecuali hanya beberapa Negara saja; perencanaan pembangunan yang gencar dibuat oleh pemerintah di Negara-negara sedang berkembang mulai awal tahun 1960-an, khususnya di Indonesia, sekarang ini semakin surut. Semua kondisi ini menimbulkan tantangan-tantangan baru yang tidak mudah untuk diatasi dalam pembangunan di Negara-negara sedang berkembang, tertuama bagi Indonesia tanpa hadirnya suatu pemerintahan nasional yang kuat, yang mampu melaksankan konsep pembangunan yang melawan arus global, berpegang pada kemandirian dalam bidang ekonomi.

Kondisi Indonesia Sekarang

Pembangunan di Indonesia, terutama pada periode orba berhasil dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, rata-rata 7 persen per tahun. Konsep pembangunan didasarkan pada trilogi pembangunan : pemertaan pendpatan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas politik.

Tetapi keberhasilan dalam pertumbuhan ekonomi harus dilihat dari manfaat dan biaya sosial yang ditimbulaknnya. Ternyata, pertumbuhan ekonomi tersebut, tidak berhasil dalam memberikan manfaat seperti : penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan standar hidup rakyat, peningkatan daya beli masyarakat, pemerataan pendapatan, peningkatan kualitas kehidupan, aksesibilitas pendidikan, kesehatan yang terjamin, tingkat melek huruf, dan lai-lain. Jika dibandingkan dengan biaya sosial pertumbuhan ekonomi tersebut, mungkin ada yang kaget, mungkin juga tidak, tergantung pada tingkat kepekaan kita terhadap nasib bangsa ini pada masa yang akan datang, karena sangat tidak seimbang antara manfaat dan buaya sosial pertumbuhan.

Biaya sosial pertumbuhan ekonomi yang menjadi beban generasi sekarang dan generasi-generasi sepanjang zaman mendatang sangat besar. Sumber-sumber daya alam terkoras semakin menipis dan habis; pencemaran terhadap lingkungan tidak saja mengurangi sumber-sumber daya alam yang dapat digunakan, tetapi menimbulakan bahaya penyakit. Konservasi terhdap sumber-sumber daya alam tidak dilakukan. Jumlah angkatan kerja yang menganggur sangat besar, jumalah penduduk miskin semakin banyak, daya beli masyarakat rendah dan menurun, bahan-bahan kebutuhan dasar rakyat semakin mahal, aksesibilitas terhadap pendidikan semakin rendah, jaminan kesehatan tidak tersedia, kualitas kehidupan umumnya semakin jelek. Belum lagi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi hutang luar negeri dan hutang dalam negeri semakin besar yang menjadi beban besar dari RAPBN. Semua orang dapat merasakan sendiri dalam kehiduapan real tanpa memerlukan suatu pembuktian dengan angka-angka statistik dari Badan Pusat Statistik.

Jangan Membodohi Rakyat dengan Pertumbuhan Ekonomi

Pada periode reformasi ini, jejak kebijaksanan ekonomi orba seperti ini mau diikuti, bahkan dengan konsep yang semakin tidak jelas arahnya. Perencanaan pembangunan tidak jelas, apalagi perencanaan pembangunan jangka panjang yang di waktu orba masih ada dalam bentuk GBHN, sekarang tidak ada. Pertumbuhan ekonomi menjadi acuan utama, bahkan dijadikan sebagai indikator keberhasilan dalam kebijaksanaan ekonomi sekarang ini.

Pertumbuhan ekonomi bukan indikator keberhasilan dalm ekonomi pembangunan, walaupun tingkat pertumbuhan ekonomi yang tiggi di atas 5 persen rata-rata per tahun penting, karena tingkat pertumbuhan pendududuk dan angkatan kerja di Indonesia masih tinggi. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi disertai oleh peningkatan inflasi, walaupun kenaikan tingkat infalasi menurut angka-angka resmi di bawah dua digit, tetapi masyarakat merasakan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari semakin mahal.

Pertumbuhan ekonomi, tidak menciptakan lapangan pekerjaan,,karena pertumbuhan ekonomi tersebut disumbang oleh perusahaan-perusahaan besar, yang umumnya perusahaan asing. Usaha ekonomi kecil dan menengah yang dimiliki rakyat yang merupakan lautan perekonomian Indonesia sumbangannya terhadap PDB relatif sangat kecil. Menurut Kwik Kian Gie, pada tahun 1999 jumlah perusahaan 36.815.409, terdiri dari yang besar 1.831 atau 0,01 persen, UKM 36.813.578 atau 99,99 persen. Sumbangan perusahaan besar yang 0,01persen dalam pembentukan PDB sebesar 59,36 persen, sedangkan perusahaan UKM yang 99,99 persen menyumbang hanya 40,64 persen dalam pembentukan PDB.

Menurut teori ekonomi, pertumbuhan ekonomi akan menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi di Indonesia justeru tidak menciptakan lapangan pekerjaan, dan hal itu karena pertumbuhan ekonomi disumabang oleh sektor-sektor yang tidak ada kaitannya dengan perekonomian rakyat. Menurut teori ekonomi, pertumbuhan ekonomi akan menciptakan pendpatan bagi masyarakat, dan itu tidak terjadi, karena teori “trickle down effect” tidak tebukti di Indonesia. Menurut teori ekonomi klasik dan neo-klasik dengan mekanisme pasar pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara evolusi, tetapi pasar dalam perekonomian Indonesia tidak sempurna, buktinya suatu investasi belum tentu menciptkan multiplier effects, itupun tidak akan terbukti.

Dalam perekonomian Indonesia masih sangat diperlukan intervensi pemerintah dalam pembangunan, yang ditunjukkan oleh adanya rencana dalam pembangunan, karena mekanisme pasar belum dapat diandalkan . Betul, pasar domestik harus berkembang di semua daerah di Indonesia, termasuk di pedesaan, karena itu salah satu indikator kemajuan ekonomi, tetapi bukan dengan mekanisme pasar, melainkan dengan suatu perencanaan ekonomi nasional dan regional.

Dengan demikian,

berhentilah menilai keberhasilan bidang ekonomi hanya dengan menunjukkan pertumbuhan ekonomi, karena itu hanya membodohi rakyat. Rakyat sendiri lebih memahami keadaan ekonomi dari pergulatan mereka sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar mereka. Dan berhentilah menuruti konsep-konsep pembangunan yang mungkin cocok bagi Negara-negara maju, tetapi yang tidak cocok dengan sejarah, keunggulan dan kearifan bangsa kita. Ini tantangan besar bagi penguasa Indonesia yang sebentar lagi akan ditentukan dalam Pilpres 2009.

Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Thought's

Things about the big country and nation -- Indonesia.

infokito

Portal Palembang - Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

palembang dan jawa

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.