Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

Management is a Journey

Posted by Buyung Syafei pada 18 Desember 2007

Perkembangan pemikiran tentang ilmu manajemen terjadi dengan suatu evolusi. Hal ini berhubungan antara lain dengan perubahan dunia kerja, pengaruh perubahan  lingkungan ekonomi, politik, teknologi, dan sosial; serta tuntutan penciptaan nilai oleh setiap organisasi untuk kemaslahatan umat manusia. 

Evolusi perkembangan pemikiran tentang manajemen tersebut mulai dari Manajemen Trial & Error, Manajemen Ilmiah oleh Taylor, Manajemen Z oleh William Ouchi, TQM  digagas oleh Eduard Deming, Six Sigma, sampai pada Manajemen Spiritual yang banyak dibicarakan saat ini (baik yang berafiliasi dengan suatu agama, maupun secara universal dikaitkan dengan alam manusia (human nature).  

Dari evolusi perkembangan pemikiran tentang manajemen ini menunjukkan adanya sesuatu yang masih kurang dalam teori dan konsep manajemen yang sudah ada. Dari penekanan perhatian pada unsur manusia dalam organisasi mulai dari Maslow, sampai pada aspek spiritual oleh banyak pengkotbah saat ini belum dapat membuka rahasia, mengapa banyak organisasi yang masih gagal  walaupun aspek tersebut telah diajarkan. 

Dari aspek kepentingan organisasi, perkembangan pemikiran ini adalah untuk mencapai kinerja tinggi (high performance) atau kinerja efektif (effective performance) baik dari karayawan secara individu, kelompok, dan organisasi secara keseluruhan. Namun, sebelum ketemu rahasia yang membuka kebenaran mengapa tetap terjadi kegagalan walaupun telah diterpakan manajemen ilmiah atau manajemen spiritual, maka tetap “Management is a Journey”.

3 Tanggapan to “Management is a Journey”

  1. hb rachman said

    Manajemen sendiri berawal dari pegertian dasar, “managiere” bahasa Yunani yang berarti “melatih kuda”. Kalau kita berangkat dari pengertian ini maka orientasi manajemen pada awalnya adalah bagaimana mengeksploitir manusia sehingga dapat menghasilkan kinerja yang tinggi. Pada perkembangan tahap ini maka unsur manusia hanya dipandang sebagai alat produksi. Manajemen terus berevolusi seperti yang pak Buyung kemukakan, namun mengapa masih banyak mengalami kegagalan ?.
    Beberapa penulis menyatakan bahwa manajemen adalah “Ilmu” dan “Seni”. Ilmu dikembangkan berdasarkan premis-premis, konsep dan pengkajian-pengkajian secara keilmuan. Inilah yang banyak mendasari perkembangan ilmu manajemen. “Management is a Journey” seperti yang dikemukakan pak Buyung lebih melihat manajemen sebagai suatu proses seni. Manajemen adalah suatu proses seni yang dinamis, berkelanjutan, bagaimana mengelola organisasi untuk terus mencapai kinerja tinggi di tengah kompetisi yang makin berat. Ibarat perjalanan menuju ke puncak gunung, semakin tinggi tantangan yang terjadi semakin berat, inilah kisah perjalanan yang membutuhkan pengambilan putusan, strategi dan inovasi yang berkelanjutan. “Seni” dalam suatu perjalanan tanpa ujung, yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dihadapan kita.

  2. Ica said

    Pada dasarnya dalam konsep manajemen yang telah ada mulai dari jaman “trial and error” hingga kekonsep sekarang, tidak semua konsep adalah “produk gagal”. Tetapi lebih tepat adalah “proses yang tak pernah sempurna”, kenapa saya berpendapat demikian. Hal ini muncul sesuai dengan 6 konsep yang disampaikan oleh Bapak Buyung, bahwa manajemen itu teramat rapat posisinya dengan :
    1. Perubahan dunia kerja
    2. Pengaruh perubahan lingkungan ekonomi
    3. Pengaruh perubahan lingkungan politik
    4. Pengaruh perubahan lingkungan teknologi
    5. Pengaruh perubahan lingkungan social
    6. Pengaruh perubahan lingkungan serta tuntutan penciptaan nilai
    Karena pengaruh ke-6 lingkungan diataslah maka kesempurnaan tak akan pernah dicapai dalam konsep manajem dan manajemen akan tetap “A Journey of Management”.
    Manusia sebagai human nature memiliki sifat keinging tauan yang tak akan pernah surut. Rasa ingin tau manusia itulah yang membentuk ketidak putusnya error dan selalu ada titik gagal dalam konsep ini.
    Teramat khusus pada lingkungan nilai, antara nilai agama dan nilai adat saja sering bertolak belakang apalagi jika di hubungkan dengan konsep teknologi, maka error sangat sering muncul dalam pelaksanaan manajemen. Karena teknologi muncul karena terjadinya lonjakan perubahan manajemen dan akan membentuk manajemen yang baru, maka kondisi demikian akan terus berlanjut dan membentuk “snow ball”.

  3. “Management is a Jouney ” karena manajemen suatu proses terbentuk dan berkembang dipengaruhi oleh perubahan-perubahan pemikiran manusia dari semakin rumitnya dunia kerja dan perilaku manusia baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai konsumen. Oleh karena itu dalam manajemen faktor-faktor seperti komunikasi internal dan eksternal organisasi, faktor-faktor intrinsik di samping ekstinsik motivator kerja, perubahan konsep kepemimpinan perlu dipertimbangkan untuk dijadikan sebagai fungsi-fungsi baru manajemen. Organisasi akan berhasil bila manajemennya efektif dan kepemimpinannya sehat.

Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Thought's

Things about the big country and nation -- Indonesia.

infokito

Portal Palembang - Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

palembang dan jawa

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.