Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

Human Capital

Posted by Buyung Syafei pada 14 Desember 2007

Mulai disadari bahwa manusia tidak hanya sebagai sumber daya penting yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan sesuatu  dalam proses kerja, tetapi sebagai  human capital, sebagai intangible assets yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, talenta, dan motivasi. Kalau itu yang dimaksud dengan human capital, maka tidak ada  perbedaan dan kemajuan dalam konsep tenaga kerja atau sumber daya manusia, atau apapun nama yang dipakai. Itu hanya dilihat dari kepentingan organisasi semata untuk mencapai high performance. Dan itu tidak salah!

Human capital adalah konsep yang berpendapat bahwa manusialah yang menciptakan nilai tambah ekonomi (economic added value) dalam proses kerja, bukan mesin atau alat-alat kerja, bahan-bahan mentah, bahan-bahan penolong, dan lain-lain.

 Jac Fitz-enz (2000) dalam bukunya ”ROI of Human Capital, Measuring the Economic Value of Employee Performance” berpendapat :”Only people generate value through the application of their intrinsic humanity, motivation, learned skills, and tool manipulation” 

Tentu dalam menciptakan nilai tsambah ekonomi itu diperlukan pengetahuan, keterampilan, talenta, motivasi kerja, bahkan dengan semakin majunya peradaban manusia dituntut pengetahuan yang lebih tinggi, multi skills, dan sikap kerja yang positif.

Kalau konsep human capital seperti itu dipakai, bahwa manusialah yang menciptkan nilai ekonomi bagi perusahaan, maka sistem akuntansi, sistem kompensasi harus dirubah. Dalam sistem akuntansi sekarang tidak pernah dihitung berapa besarnya HCCF (Human Capital Cost Factor), HCVA (Human Capital Value Added), dan HCROI (Human Capital Return On Investment). Hal ini menyebabkan dalam sistem kompensasi yang dihargai hanya tenaga yang dikeluarkan oleh manusia dalam bekerja, tidak pernah dikembalikan sebagian nilai tambah yang diciptakannya; paling jauh  kompensasi  berdasarkan performance atau merit system.

8 Tanggapan to “Human Capital”

  1. Yth Pak Buyung,

    Telah banyak konsep-konsep yang dikemukakan para pakar mengenai betapa penting karyawan atau brainware atau whitecollar-bluecollar atau SDM dalam organisasi, baik laba maupun nirlaba. Sekarang Pak Buyung mengemukakan human capital sebagai pencipta nilai tambah ekonomi, baik dari sisi makro maupun mikro ekonomi.

    Dalam survei-survei yang beberapa kali saya lakukan, para responden yang dipilih menyatakan setuju. Masalahnya adalah, kita setuju kalau konsep atau teori ini masih pada tataran wacana di bangku-bangku kuliah atau di seminar-seminar itu. Belum down to earth, belum dipahami, belum mau direalisasikan.

    Saya kasih tiga contoh.
    1. Di dalam dunia pendidikan, gaji guru dan gaji dosen sampai mempunyai pangkat guru besarpun masih rendah. Guru dan dosen harus pontang panting cari tambahan. Kasihan mereka sering disebut sebagai moonlighters. Mengapa gajinya kecil ? Karena pihak sekolah maupun PT punya paradigma berfikir “Kalau guru atau dosen mau dibayar murah mengapa harus dibayar mahal”.

    2. Di dalam perusahaan, mengapa gaji buruh berkutat tidak jauh dari UMR? Mengapa kenaikan UMR menjadi momok pengusaha ? Paradigma berfikir pengusaha sama saja. “Kalau buruh mau dibayar murah mengapa harus dibayar mahal ?”.

    3. Ribuan masalah yang tidak bisa ditulis dalam komentar saya mengenai bidang ketenagakerjaan ini. Jadi, biarlah teman-teman lain mau mengomentari tulisan Pak Buyung.

    Kritik Saya :
    1. Para Menteri dan jajarannya sebagai pembantu Presiden seperti kalah sebelum bertanding menghadapi para pengusaha si “haus darah buruh” itu. Mereka boro-boro mampu bertanding, wong dari dalam sendiri kacau-balau.
    2. Para pengusaha khususnya yang kelas kakap, bagi mereka perusahaan adalah alat untuk mencari keuntungan finansial. Keuntungan finansial adalah tujuan hidup. Mana sih yang berprinsip bahwa keuntungan finansial adalah alat untuk perjuangan membangun bangsa.

    Mudah-mudahan masih ada titik terang yang bisa masyarakat tuju agar bisa keluar dari kegelapan.

    Sudahlah Pak Buyung, kita harus kerja lagi walau tenaga tidak lagi kuat seperti dulu, walau suara tak lagi selantang dulu, walau
    mata tak jelas lagi memandang seperti dulu.
    Teriakkan kepada semua anak muda, darah kita masih sama-sama merah, jadi masih punya semangat tinggi seperti orang-orang di negeri seberang sana.

    ========================

  2. hb rachman said

    Pak Buyung and Pak Husein
    Penghargaan terhadap Human Capital sebagai pencipta nilai tambah ekonomi berarti lebih menghargai tenaga otak daripada tenaga otot. Oleh karena itu menjadi sangat relevan adanya Undang-Undang HAKI, Hak atas Kekayaan Intelektual. Adalah tugas kita semua melaksanakan dan mensosialisasikan undang-undang tersebut sehingga memang dapat dirasakan manfaatnya pada setiap hasil kerja sebagai hasil aplikasi dariotak. Penegakan hukumpun harus menunjang, sehingga kita tidak akan mendengar lagi sering terjadinya pembajakan atas karya orang lain. Di sisi lain kalau kita telah sepakat bahwa human capital yang menghasilkan nilai tambah ekonomi sebagai hasil dari, intrinsic humanity, motivation, learn skills, and tool manipulation, maka kompetensi seseorang akan sangat dihargai. Sebagai contoh, seorang montir televisi yang dinilai bukanlah seharga komponen alat tv yang digantinya, yang kadang-kadang harganya tidak terlalu mahal, tetapi kita menghargai “tool manipulationnya”. Kita harus merubah budaya, tidak lagi seperti cerita “telur Columbus” yang kita dapatkan ketika masih duduk di bangku SMP dahulu kala. Ini harus sudah kita mulai, kalau tidak kapan lagi.

  3. Untuk pak Husein dan pak Hasan
    Sekarang ini sedang terjadi transformasi dari ekonomi industrial (industrial economy) ke ekonomi berpengetahuan (knowledge economy). Dalam ekonomi industrial sumber-sumber daya yang dibutuhkan adalah tangible resources: tanah, buruh,dan modal, di mana dalam modal termasuk sumber-sumber daya finasial dan ekonomi yang yang diperlukan. Tetapi, dalam ekonomi berpengethuan yang dibutuhkan adalah intellectual assets atau human capital yang merupakan sumber-sumber daya baru: keterampilan, pengetahuan,brainpower,dan kreativitas manusia dari perusahaan.Kalau intellectual assets ini belum dapat dihargai, maka kita akan sukar untuk mencapai keunggulan sebagai satu bangsa yang ikut menempati dunia yang penuh persaingan tidak hanya dalam bidang ekonokmim dan bisnis, tetapi dalam semua bidang kehidupan.

  4. Sigit Herdady said

    Yth. P’ Buyung,

    Saya setuju dengan Bapak, Saat ini manajemen telah banyak berubah dari keadaan 20-30 tahun lalu, dimana human capital menggantikan mesin-mesin sebagai basis keberhasilan kebanyakan perusahaan. Bahkan seorang pakar manajemen terkenal, Peter Drucker (1998)mengemukakan bahwa tantangan bagi para manajer sekarang adalah tenaga kerja saat ini cenderung tak dapat diatur seperti tenaga kerja generasi yang lalu. Titik berat pekerjaan kini bergerak sangat cepat dari tenaga manual dan clerical ke knowledge-worker yang menolak menerima perintah/komando ala militer, sebagaimana cara yang diadopsi oleh dunia bisnis 100 tahun yang lalu. Kecenderungan yang kini berlangsung adalah, angkatan kerja sebagai SDM dituntut memiliki pengetahuan baru (knowledge-intensive, high tech-knowledgeable), high tech-knowledgeable) yang sesuai dinamika perubahan yang tengah berlangsung.
    Perubahan ini menuntut “pengetahuan & cara penanganan” yang baru (Manajemen). Menurut pendapat Moskowitz, R. and Warwick D. (1996), bahwa Human capital yang mengacu kepada pengetahuan, pendidikan, latihan, keahlian, dan ekspertis tenaga kerja perusahaan kini menjadi sangat penting, dibandingkan dengan waktu-waktu yang lalu.

    Mungkin dapat saya contohkan disini, seperti Perusahaan Microsoft.
    Microsoft mungkin tak akan sedahsyat sekarang jika ia tidak dikendalikan oleh kejeniusan seorang Bill Gates. Seorang brilliant man yang pada usia 25 tahun nekad drop out dari Harvard University dan memutuskan untuk membangun sebuah perusahaan software yang kita kenal sekarang sebagai Microsoft, salah satu most valuable company on earth. Bill Gates juga sering diakui sebagai salah satu arsitek utama dibalik kemajuan industri teknologi informasi global. Dan yang pasti, Bill Gates juga banyak dikenal sebagai orang terkaya di dunia dengan total kekayaan lebih dari lima ratus trilyun rupiah.

    Jadi, inti ada pada SDM nya. Penangangan SDM dapat berhasil sebagai Human Capital bila komponen-komponen dibawah ini terpenuhi:

    1. Perencanaan dan Pengelolaan SDM
    a. Perencanaan SDM dikaitkan dengan strategi;
    b. SDM dikaitkan dengan tujuan peningkatan kualitas;
    c. Penggunaan data pegawai untuk peningkatan pengelolaan SDM.
    2. Peningkatan Pegawai
    a. Insentif bagi keterlibatan pegawai dalam peningkatan kualitas;
    b. Pemberian wewenang kepada pegawai dalam area kerja mereka;
    c. Pengukuran dan pemantauan pegawai dalam peningkatan kualitas;
    d. Indikator monitoring keterlibatan pegawai pada semua tingkatan.
    3. Pendidikan dan Pelatihan
    a. Pengembangan program pelatihan dan pendidikan;
    b. Mengukur kaitan pelatihan dan pendidikan dengan pekerjaan pegawai;
    c. Pengaruh hasil pelatihan berhubungan dengan area pekerjaan pegawai;
    d. Bagaimana mengukur pelatihan pegawai dengan kategori pekerjaan
    4. Kinerja Pegawai dan Pengakuan
    a. Program reward untuk mendukung tujuan peningkatan mutu;
    b. Intensitas organisasi meninjau ulang dan meningkatan reward program;
    c. Pengelolaan data dan bukti pengenalan setiap pegawai;
    d. Keberlanjutan peningkatan program untuk mencapai kepuasan pegawai.
    5. Kepuasan Pegawai
    a. Memberikan program pengembangan pelayanan kepada pegawai;
    b. Sistem penilaian & evaluasi kepuasan pegawai;
    c. Kelengkapan data dalam peningkatan dan pelayanan pegawai.

  5. Ica said

    Saluto…

    Saya sangat tertarik dengan tulisan Bapak, terutama pada kalimat “menciptakan nilai tsambah ekonomi itu diperlukan pengetahuan, keterampilan, talenta, motivasi kerja, bahkan dengan semakin majunya peradaban manusia dituntut pengetahuan yang lebih tinggi, multi skills, dan sikap kerja yang positif”.
    Ketertarikan saya terhadap kalimat diatas menimbulkan wacana baru dalam benak saya.
    Kita semua menyadari bahwa untuk menciptakan hasil yang lebih baik tentusaja dibutuhkan ahli-ahli yang kompeten dan sarana yang optimal. Jika kedua komponen diatas terpenuhi, maka cost sebuah usaha “InsyaAllah” akan menunjukkan grafik positif. Nah untuk mendapatkan para ahli yang kompeten dan terakreditasi yah…tentu saja harus memiliki :
    1. pengetahuan yang terus berkembang
    2. keterampilan yang kreatif dan membentuk piramida terbalik
    3. talenta yang mumpuni dan siap menangulang permasalahan
    4. motivasi kerja yang tinggi
    Nah..kondisi ini jika dipadu padankan dengan :
    1. multi skills
    2. sikap kerja yang positif
    Plus
    3. Beriman
    maka akan membentuk angkatan kerja yang berwawasan handal dan berwatak yahud.
    Teramat khusus pada masa sekarang (apalagi kelak) perkembangan berubah begitu pesat sehingga membentuk persaingan yang sangat ketat. Siapa yang menginginkan maka wajib untuk memiliki komponen-komponen yang disampaikan dalam tulisan Bapak Buyung dalam “HUMAN CAPITAL”.

  6. rusmala dewi said

    Yth. P’ Buyung

    Sebuah perusahaan tanpa adanya faktor pendukung seperti salah satunya adalah sumber daya manusia tidak akan berjalan efektif. Tetapi saat ini banyak perusahaan yang menganggap manusia hanya sebagai alat pencari keuntungan. Padahal pemilik perusahaan tersebut juga seorang manusia biasa. Berdasarkan konsep human capital yang menjelaskan bahwa manusia yang menciptakan nilai tambah ekonomi ditambah KSAs, perusahaan harus bersikap arif dan bijaksana untuk menghargai karyawannya, seperti memberikan upah yang layak, dan tunjangan2 lainnya yang dapat meningkatkan motivasi mereka dalam bekerja. Seseorang akan termotivasi apabila mereka merasa dihargai oleh perusahaan. selain itu undang2 ketenaga kerjaan di Indonesia jg harus segera direvisi untuk lebih menjamin kesejahteraan karyawan.

  7. herman said

    yth. pak buyung “apa yang telah dikatakan pak buyung kami sependapat dengan konsep didalam Human Capital, manusialah yang menciptakan nilai tambah dalam proses kerja, maka mesin atau alat kerja, kalau pada dasarnya manusialah yang sangat menentukan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi, diperlukan skill sangat dan integrasi. yang menjadi permasalahan pokok di indonesia saat ini menurut saya adalah integritas (kepribadian, kejujuran, moral, keimanan dan ketaqwaan) pada diri manusia, kalau masalah skill dapat kita tingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. demikian juga terhadap semangat dapat kita tingkatkan melalui motivasi, tetapi masalah integritas ini yang saya katakan sulit dan memakan waktu yang lama didalam pendidikan tidak hanya mementingkan kognitif (otak kiri) saja tetapi yang tidak kalah pentingya adalah spsikomotorif dan afektif (otak sebelah kanan ) haruslah seimbang kalau sistem berjalan secara seimbang maka konsep Human Capital yang menyatakan manusialah yang menciptakan nilai tambah ekonomi akan berjalan dengan baik dan menciptakan manusia manusia pembangunan yang mempunyai landasan etika dan moral guna mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagai cita-cita bangsa indonesia.

  8. Beben said

    Kutip dikit” Kalau konsep human capital seperti itu dipakai, bahwa manusialah yang menciptkan nilai ekonomi bagi perusahaan, maka sistem akuntansi, sistem kompensasi harus dirubah”

    Setuju Pak Daroe , sayangnya sampe gak semua perusahaan tahu berapa nilai yang bisa dihasilkan oleh seorang karyawan sehingga karyawan selalu dicantumkan dalam pembukuan sebagai beban alias pengeluaran gaji..

    Tapi palingg tidak sekarang lebih baik bukan dari jaman dulu terutama peran HR dalam sebuah perusahaan terasa lebih strategik.

    Monggo mampir juga Pak di tempat sy, saya butuh masukan dari senior saya nih
    .

Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Thought's

Things about the big country and nation -- Indonesia.

infokito

Portal Palembang - Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

palembang dan jawa

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.