Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

TERMINAL PENDIDIKAN TER-RENDAH

Posted by Buyung Syafei pada 6 Desember 2007

Terminal pendidikan terendah, sebaiknya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak dibedakan ke dalam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Umum (SMU).

Yang dimaksud terminal pendidikan adalah kompetensi kerja (KSAs – Knowledge, Skills, Attitudes) yang dimiliki oleh tamatan suatu tingkat pendidikan. Kompetensi kerja yang merupakan outcomes dari output pendidikan, dapat menjawab pertanyaan apakah yang anda dapat kerjakan di tempat kerja apabila anda menamatkan pendidikan tingkat SMA.

Mengapa Terminal Pendidikan tingkat SMA ? …

Tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk dalam kategori tenaga terdidik, sedangkan tamatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) belum dapat dikategorikan sebagai tenaga kerja terdidik, terutama karena mereka belum mempunyai kemampuan berfikir secara abstrak, melakukan analisis dan mengambil suatu keputusan dalam pekerjaan.

Tenaga terdidik yang memiliki kompetensi kerja sangat dibutuhkan dalam dunia kerja di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, maka wajib belajar seharusnya tidak 9 (sembilan) tahun, tetapi 12 (dua belas) tahun.

Terminal pendidikan tingkat SMA selain dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia saat ini, juga dikarenakan kemampuan masyarakat untuk putra putrinya memperoleh pendidikan sampai perguruan tinggi masih sangat terbatas, dikarenakan oleh mahalnya biaya pendidikan dan ketidakmampuan masyarakat memenuhi biaya pendidikan tersebut. Berikutnya, pendidikan merupakan Human Investment yang memerlukan Return on Investment bagi masyarakat dalam waktu yang tidak terlalu panjang. Hal ini dapat dicapai bila terminal pendidikan terendah adalah tingkat SMA.

Bagi putra-putri yang cerdas, yang didukung oleh kemampuan pembiayaan, baik oleh keluarga / orang tua / pemerintah (beasiswa) dapat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi untuk mengembangkan pengetahuan dan teknologi.

Untuk merealisasikan SMA sebagai terminal pendidikan terendah tersebut juga, Sistem Pendidikan tidak perlu membedakan antara tingkat Dasar, Menengah Pertama dan Tingkat Atas. Melainkan, untuk vocational education  sampai dengan tahun ke-10 dan 2 tahun untuk vocational training, sedangkan untuk yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dilakukan vocational education sampai dengan tahun ke-12.

Dengan demikian kurikulum pendidikan disesuaikan untuk kebutuhan vocational education dan vocational training yang terdiri dari 30% outdoor education dan 70% indoor education.

Sistem seperti ini akan dapat menjamin mutu pendidikan (Quality Assurance) yang menjadikan adanya relevansi antara output dan outcomes pendidikan.

Buyung A. Syafei – 2007

7 Tanggapan to “TERMINAL PENDIDIKAN TER-RENDAH”

  1. herman eman said

    Terminal pendidikan terendah menurut penulis adalah minimal SMA yabg dibekali dengan skill….Kalau saya berpikir bahwa yang harus difokuskan pertama adalah dalam hal literacy ( Buta Aksara)…yang harus dibarengi dengan vocasional school / training (skill/ketrampilan) pada saat seseorang berumur 15 tahun..wajib mengikuti pendidikan ketrampilan (vocational schooll)…Jadi Terminal pendidikan minimal SMA itu bagus tapi sepertinya kita masih bermimpi pak….masalah yang paling mendasar adalah generasi Indonesia tidah dapat hidup mandiri ( Self Relience people)…dan self relience tidak itu tidak dicirikan oleh batas pendidikan tetapi oleh mampu/tidaknya mereka untuk menciptakan lapangan pekerjaan atau bekerja sesuai dengan skill yang dimilik. Jadi omongan wajib belajar 9 th pemerintah..saya setuju cuma wacana saja ..Kalau saya lebih fokus ke Literacy problem dan skill/ketrampilan…abad ke 21 kesuksesan seseorang tidak dicirikan oleh jenjang pendidikan tetapi bagaimana si individual ini dapat berguna bagi keluarga dan masyarakat tempet dia/mereka tinggal…..

  2. rizki utami said

    saya setuju dg artikel di atas karena tanpa adanya SMA dan wajib blajar 12 thn maka akan sia-sia menyelesaikan wajib belajar 9 thn karena hingga saat ini tidak ada pekerjaan yang dikatakan layak bagi tamatan SMP! apalagi anak tersebut tidak memiliki skill yang tinggi.. Orang-orang tamatan SMA pun memiliki batasan-batasan untuk mendapatkan pekerjaan.. yang harus ditingkatkan bagi negara indonesia saat ini adalah sumber daya manusia khususnya generasi muda dan lebih spesifiknya anak-anak diatas 10 thn, karena dengan pengertian pentingnya belajar bagi kehidupan dapat menjadi benteng bertahannya anak-anak untuk tetap melanjutkan sekolah, meskipun banyak rintangan yang harus dilalui.
    sebenarnya pada zaman sekarang ini, khususnya daerah-daerah trtentu memanfaatkan otonomi daerah yang pemerintahnya mencanangkan sekolah gratis.. jadi sebetulnya yang sangat bersalah bagi kemajuan bangsa adalah bangsa itu sendiri yang tidak memanfaatkan fasilitas yang ada..
    jadi dengan adanya pencanangan yang baru yaitu “wajib belajar mampu bekerja 12 thn” dan diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia maka dapat menyukseskan dan meningkatkan mutu generasi muda sebagai pekerja yang profesional di bidangnya….

  3. Hasan 07256087AKVIII said

    Paradigma Baru
    * pendidikan memang butuh “polotical will” dari semua “staketlholder” tak hanya pemerintah (Goverment) tapi juga seluruh lapisan masyarakat.
    * Sebagai sebuah semangat perjuangan (strugle spirit).
    Nilai-nilai moral dari Ki Hajr Dewantara masih diperlukan karena kendati kita lebih merdeka, tapi pada dasarnya kita masih terjajah oleh keterpurukan yang menjadikan kita minder dalam pergaulan antar bangsa.
    Sebagai modal dasar (basic value) budaya harus menjadi inspirasi bagi kemajuan bangsa, ingat. Romawi maju dengan budaya baja nya Yunani dengan filsafatnya, Arab dengan Islamnya.
    * Pendidikan hanya berhasil apabila telah menjadi gerakan moral bangsa ini, atau bila perlu jadikan sebagai gerakan nasional yang dilengkapi dengan “reward dan punishment”
    * Yang paling penting lagi adalah tumbuhkan rasa percaya diri (self confidence), bahwa dengan modal bangsa yang begitu besar disertai dengan kemauan keras, semua persoalan niscaya akan dapat di selesaikan.

  4. Terminal pendidikan tingkat SMA selain dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia saat ini, juga dikarenakan kemampuan masyarakat untuk putra putrinya memperoleh pendidikan sampai perguruan tinggi masih sangat terbatas, dikarenakan oleh mahalnya biaya pendidikan dan ketidakmampuan masyarakat memenuhi biaya pendidikan tersebut. Tetapi tidak ada salahnya justru Terminal-lah pusat orang mencari nafkah/penghasilan, jadi dengan berbekal pendidikan 12 tahun (setara tamatan SMA/SMU/SMK) sudah dikatakan layak. karena sampai saat ini PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS untuk masyarakat yang kurang mampu itu hanya janji belaka. oleh karena itu yang kita butuhkan sekarang adalah bagaimana caranya kita dapat bersaing didunia kerja dengan modal pendidikan 12 tahun. Kalau saya pribadi lebih setuju dengan sebagian sistem rekruitmen perusahaan Swasta yang lebih mengutamakan Skill dibandingkan pendidikan. karena dengan pendidikan yang tinggi tapi tidak diiringi dengan skill yang sesuai dengan pendidikannya, maka akan menjadikan manusia itu menjadi malas.

    Amsidin, S.Pd / 07256080 / MM UBD

  5. Ilyasa said

    Menurut pendapat saya dengan adanya terminal pendidikan terendah 12 tahun (setara dengan SMA atau sederajat merupakan upaya untuk memperoleh pekerjaan dengan mudah dan layak,yang diikuti dengan skill yang tinggi. Yang merupakan jembatan untuk memperoleh pekerjaan dengan mudah.High cost education /Biaya pendidikan yang tinggi sekarang mengakibatkan banyak anak putus sekolah, diharapkan seseorang dapat mencari pekerjaan dengan mudah yang disesuaikan dengan pendapatan sesuai dengan backgroundnya.Mengingat bagi seseorang yang tidak mampu dari segi materi, mereka berusaha meningkatkan karier melalui prestasi yang didapat dari bekerja dengan adanya pengahargaan(reward dan punishment)dari perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja.Juga sebagai motivator untuk bekerja bukan hanya secara maksimum dapat juga secara optimum.

  6. GUNAWAN/07256087 said

    Untuk SMU dan SMK seharusnya dipisahkan, karna SMU merupakan terminal pendidikan untuk melanjutkan perguruan tinggi. Sementara SMK merupakan terminal pendidikan untuk memasuki lapangan pekerjaan.

  7. rusmala dewi said

    Yth P’ Buyung

    Pemerintah harus menetapkan Terminal Pendidikan terendah di Indonesia adalah SMU atau SMK, karena diusia tersebut seseorang sudah dapat dikatakan dewasa. Dewasa dalam berfikir dan bertindak. Tetapi tamatan SMU dan SMK tersebut harus dibekali dengan human capital dan kompetensi sehingga setelah tamat pendidikan mereka dapat berkompetisi dalam mencari pekerjaan.

    Rusmala Dewi, regular malam, 07251204

Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Thought's

Things about the big country and nation -- Indonesia.

infokito

Portal Palembang - Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

palembang dan jawa

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.