Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

TEORI BISNIS DAN KEBANGKRUTAN SUATU ORGANISASI

Posted by Buyung Syafei pada 30 November 2007

Organisasi bisnis tunduk pada teori bisnis terdiri dari: lingkungan, pernyataan misi, dan kompetensi inti (Peter Drucker).

Lingkungan organisasi adalah lingkungan luas (ekonomi, politik, teknologi, dan sosial), lingkungan industri atau lingkungan persaingan menurut M.Porter adalah pesaing, barang substitusi, pemasok, dan pembeli; sedangkan lingkungan internal adalah fungsi-fungsi organisasi (pemasaran, operasi, keuangan, sdm, R&D, rekayasa kembali).

Pernyataan Misi dan Pernyataan Visi
Goals dan objectives sering diringkas ke dalam suatu pernyataan misi atau penyataan visi. Suatu pernyataan visi menggambarkan peta ke mana anda ingin berada masa yang akan datang. Dia menggambarkan bagaimana anda melihat peristiwa-peristiwa dalam 10 atau 20 tahun akan datang jika segala sesuatu berjalan pasti seperti anda harapkan. Suatu pernyataan misi dan pernyataan visi adalah sama, kecuali pernyataan misi tersebut lebih dekat. Dia merinci apa yang anda mau lakukan sekarang untuk mencapai tujuan anda. Umpamanya pernyataan misi singkat Ford “Kualitas adalah pekerjaan nomor satu”. Tetapi kebanyakan dari pernyataan misi lebih rinci yang sering menggambarkan apa yang akan dilakukan, untuk siapa, dan mengapa. Bill Gates mempunyai misi yang sederhana :” Sebuah personal computer di atas setiap meja, dan setiap computer menggunakan software Microsoft”.

Menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999) para manajer lebih menyukai pernyataan misi daripada alat apapun yang lain, karena memungkinkan untuk membuat perbedaan dalam apakah sebuah perusahaan sukses atau gagal.

Pernyataan misi perusahaan kadang-kadang disebut pernyataan nilai, kredo, atau prinsip perusahaan sebagai lampu pembimbimg keuangan perusahaan yang operasional dan etis. Dia bukan moto atau slogan, dia mengutarakan tujuan, impian, perilaku, budaya, dan strategi perusahaan melebihi dokumen apapun juga lainnya. Pernyataan misi dengan cepat dapat memberi tahu bagaimana perusahaan dapat bertindak.

Pernyataan misi bukan hanya konsep dan falsafah yang dirancang, tetapi gagasan yang dipikirkan secara matang dan cermat. Dengan demikain pernyataan misi dapat membantu perusahaan mencapai dan melampaui impian keuangan mereka, memperlakukan karyawan mereka dengan baik, membebaskan perusahaan dari krisis, dan mermperlihatkan ke luar hal yang benar untuk dilakukan. Pernyataan misi dapat dibandingkan sebagai peta jalan untuk jalan raya.

Pada tahun 1980-an menurut hasil penelitian Jones dan Kahaner (1999:7) banyak perusahaan menulis atau menulis kembali pernyataan misi mereka dengan adanya rekayasa ulang, perampingan, restrukturisasi secara mendasar. Mereka memerlukan falasafah baru untuk mengatasi iklim bisnis yang senantiasa berubah, yang mencakup kesadaran atas keragaman budaya, pemeberdayaan pekerja, globalisasi, fungsi pelayan lingkungan, mutu total, kerjasama tim, dan penekanan pada pelanggan. Pernyataan misi digunakan sebagai alat “menghimpun pasukan”, serta memberlakukan budaya atau perilaku perusahaan.

Beberapa contoh pernyataan misi perusahaan, misalnya :

AT&T : Rasa hormat kepada individu, pengabdian untuk membantu pelanggan, standar integritas tinggi, inovasi, kerjasama tim.
Boeing – misi jangka panjang, menjadi perusahaan penerbangan ruang angkasa nomor satu di dunia perusahaan industri utama dalam pengertian mutu, kemampuan memperoleh keuntungan, danpertumbuhan.

Kompetensi inti adalah sesuatu yang organisasi dapat lakukan dengan baik dan memenuhi tiga kondisi yang dispesifikasikan oleh Hamel & Prahalad (1990) : menjamin manfaat bagi pelanggan, sukar ditiru oleh pesaing-pesaing, dapat mengungkit secaras luas banyak produk dan pasar. Kompetensi inti dapat mengambil beberapa bentuk : pengetahuan teknis, proses yang handal, berhubungan erat dengan para pelanggan dan pemasok. Ia juga mencakup pengembangan produk dan budaya organisasi seperti dedikasi karyawan. Teori bisnis modern menyarankan agar aktivitas-aktivitas yang bukan bagian dari kompetensi dilakukan dengan outsourcing. Jika suatu kompetensi inti menghasilkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan, maka ini disebut keunggulan bersaing yang berkelanjutan.

Lingkungan organisasi, baik lingkangan luas, lingkungan bersaing, dan faktor-faktor internal selalu berubah. Perubahan-perubahan tersebut sering terjadi dengan seketika dan kadang-kadang sukar untuk diramalkan sebelumnya.. Untuk mempertahankan kompetensi inti, bila terjadi perubahan-perubahan lingkungan, maka pernyataan misi harus disesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut.

Tetapi, keberhasilan organisasi sering membuat manajemen atau pemilik perusahaan menjadi buta, sehingga tidak dapat lagi melihat suatu kebenaran berupa suatu kebutuhan organisasi yang harus dipenuhi. Disinilah letak mulainya kebangkrutan suatu organisasi baik bisnis, maupun non bisnis seperti lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lain-lain organisasi.

Memang suatu ironi yang umumnya terjadi pada organisasi atau perusahaan di Indonesia, kebangkrutan segera terjadi setelah menikmati suatu keberhasilan sesaat.

Resepnya adalah ikutilah hukum-hukum bisnis yang didasarkan pada teori bisnis; terapkanlah : transformational leadership yang memberikan inspirasi pada karyawan dan melibatkannya dalam penetapan misi; transcedental leadership yang mengandung unsur-unsur spiritual sehingga kalau perusahaan menjadi kaya tidak berubah menjadi kikir (bakhil); dan quite leadership mengajarkan dan memberikan otonomi pada karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif; tinggalkanlah transactional leadership yang mendasarkan pada perintah.

29 Tanggapan to “TEORI BISNIS DAN KEBANGKRUTAN SUATU ORGANISASI”

  1. seno angkatan VIII said

    Tulisan teori bisnis dan kebangkrutan suatu organisasi adalah suatu pernyataan yang unik dalam sistem manajemen strategik perusahaan. tulisan ini sangat bagus untuk kita cermati bersama bahkan didalamnya sangat banyak mengandung makna didalam pengelolaan suatu organisasi bisnis maupun non bisnis.
    keberhasilan suatu organisasi/perusahaan didalam pencapaian tujuan akhir, didahului oleh para manager dengan merumuskan pernyataan Visi dan Misi.pada saat perumusan pernyataan Visi dan Misi hal ini tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh top Manager suatu organisasi/perusahaan,pernyataan Visi dan Misi harus dapat dipahami dan dilaksanakan oleh semua unsur didalam suatu perusahaan/organisasi agar arah dan tujuan organisasi/perusahaan dapar berjalan selaras. Suatu organisasi / perusahaan yang tidak dapat menerapkan strategik manajemen dalam hal pengelolaan pernyataan Visi dan Misi dengan baik maka disinilah awal dari kebangkrutan suatu organisasi.
    terima kasih pak Dr.H Buyung A Syafei atas tulisan-tulisannya semoga banyak bermanfaat bagi kita semua Mahasiswa MM-UBD dan masyarakat luas pada umumnya.

  2. Benny Usman said

    menurut saya keberhasilan organisasi atau perusahaan dalam mencapai goals, adalah juga keberhasilan para top manager dalam merumuskan, membuat dan menyampaikan isi dari visi dan misi tersebut kepada para middle dan lower manager dan kepada karyawan sebab bila para karyawan tidak mampu menterjemahkan, memahahami dan melaksanakan pesan dari visi dan misi tersebut jelaslah goals yang akan dicapai perusahaan tersebut tidak dapat tercapai jadi intinya semua pihak baik top, middle, lower manager sampai kepada karyawan harus mampu menterjemahkan dahulu pesan dari visi dan bagaimana mencapai goals dengan misi yang jelas yang terintegrasi dan komprehensif.

    comment by Benny Usman angkatan V – Desember 23 2007

  3. Memang kebanyakan perusahaan atau suatu organisasi di indonesia mengalami kebangkrutan setelah mengalami keberhasilan sesat. kenapa ini terjadi?
    hal ini terjadi karena organisasi atau perusahaan tersebut tidak memperhatikan teori Bisnis yang disampaikan oleh Peter Drucker, yaitu
    1. Lingkungan Perusahaan
    2. Misi Visi perusahaan
    3. Kompetensi Inti
    Setiap Zaman pasti akan mengalami suatu perubahan , termasuk pada perubahan lingkungan perusahaan, jika lingkungan perusahaan berubah maka misi visi juga harus berubah menyesuaikan perubahan lingkungan perusahaan, dan kompetensi inti perusahaan harus ditingkatkan agar perusahaan tersebut tetap exis(berkelanjutan).
    Kebanyakan perusahaan diIndonesia, jika terjadi perubahan lingkungan tidak cepat tanggap terhadap perubahan tersebut dengan cara mengubah misi dan meningkatkan kopetensi inti perusahaan, sehingga mengalami kebangkrutan setelah mengalami keberhasilan sesaat.

  4. Menganalisa resep yang diberikan oleh Pak Buyung dalam tulisan diatas agar terhindar dari kebangkrutan yang segera terjadi setelah menikmati suatu keberhasilan sesaat, dapat dijabarkan dalam tulisan beberapa pakar berikut ini : Kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan perubahan dalam organisasi (dipertentangkan dengan kepemimpinan yang dirancang untuk memelihara status quo). Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran “tingkat tinggi” yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada saat itu (Bass, 1985; Burns, 1978; Tichy dan Devanna, 1986, seperti dikutip oleh Locke, 1997).
    Perhatian orang pada kepemimpinan di dalam proses perubahan (management of change) mulai muncul ketika orang mulai menyadari bahwa pendekatan mekanistik yang selama ini digunakan untuk menjelaskan fenomena perubahan itu, kerap kali bertentangan dengan anggapan orang bahwa perubahan itu justru menjadikan tempat kerja itu lebih manusiawi. Di dalam merumuskan proses perubahan, biasanya digunakan pendekatan transformasional yang manusiawi, di mana lingkungan kerja yang partisipatif, peluang untuk mengembangkan kepribadian, dan keterbukaan dianggap sebagai kondisi yang melatarbelakangi proses tersebut, tetapi di dalam praktek, proses perubahan itu dijalankan dengan bertumpu pada pendekatan transaksional yang mekanistik dan bersifat teknikal, di mana manusia cenderung dipandang sebagai suatu entiti ekonomik yang siap untuk dimanipulasi dengan menggunakan sistem imbalan dan umpan balik negatif, dalam rangka mencapai manfaat ekonomik yang sebesar-besarnya (Bass, 1990; Bass dan Avolio, 1990; Hater dan Bass, 1988, seperti dikutip oleh Hartanto, 1991).

    Unjuk kerja kepemimpinan yang lebih baik terjadi bila para pemimpin dapat menjalankan salah satu atau kombinasi dari empat cara ini, yaitu (1) memberi wawasan serta kesadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan sikap hormat dan kepercayaan pada para bawahannya (Idealized Influence – Charisma), (2) menumbuhkan ekspektasi yang tinggi melalui pemanfaatan simbol-simbol untuk memfokuskan usaha dan mengkomunikasikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang sederhana (Inspirational Motivation), (3) meningkatkan intelegensia, rasionalitas, dan pemecahan masalah secara seksama (Intellectual Stimulation), dan (4) memberikan perhatian, membina, membimbing, dan melatih setiap orang secara khusus dan pribadi (Individualized Consideration). Pemimpin yang seperti ini akan dianggap oleh rekan-rekan atau bawahan mereka sebagai pemimpin yang efektif dan memuaskan.

  5. AHDIAT 07253111 said

    Untuk mencapai suatu keberhasilan perlu adanya usaha yang maksimal dan untuk mempertahankan keberhasilan pun kita harus ekstra hati-hatindalam menjalankan perusahaan. contoh ada sebuah rumah sakit bersalin “B” karena Top Manajernya pindah ke profesi lain yang secara tidak langsung menunjuk anaknya sebagai Top Manajer di rumah sakit itu, akibatnya rumah sakit tersebut bukan berkembang dengan baik tetapi malah kebijakan-kebijakan dari Top Manajer yang lama tidak direalisasikan, maka karyawan-karywannya mengeluh misalnya bonus yang tidak dibayar.

  6. Irhamni NIM : 07.253.120 said

    Dari uraian apa yang Bapak DR. Buyung A. Syafei sampaikan serta dari apa yang saya ketahui tentang Visi dan Misi, saya berpendapat bahwa Visi dan Misi bukanlah sebuah slogan, kiasan atau puisi yang indah tetapi Visi dan Misi adalah satu kesatuan yang saling berhubungan yang merupakam arah dan tujuan suatu organisasi atau dengan kata lain sebagai kompas kemana organisasi itu akan dibawa. Apabila suatu perusahaan sukses sesaat dan kemudian menjadi bangkrut dikarenakan pemilik perusahaan menjadi kehilangan arah karena dengan kesuksesannya menjadi tidak lagi berpegang kepada Visi dan Misi dari Prusahaan tersebut maka itu sangat dimungkinkan akan terjadi. Maka untuk menghindari kebangkrutan suatu perusahaan saya sependapat dengan Resep yang Bapak DR. Buyung A. Syafei sampaikan, apabila sebuah perusahaan berpegang pada resep tersebut tidak mustahil perusahaan tersebut akan menjadi besar dan sukses.

  7. menanggapi tulisan Bapak Dr. Buyung A. Syafei, M.A, saya tertarik pada contoh yang diberikan oleh bapak terhadap perusahaan yang sukses di luar negeri. Memang, bahwa teori-teori ini tumbuh dilingkungan Eropa dan Amerika kita semua tahu itu yang budayanya lain dibanding di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan saya apakah teori tersebut akan bisa berhasil diterapkan di Indonesia? sejauh ini kita bisa lihat perubahan yang besar di Indonesia, biasanya tumbuh dari perusahaan keluarga seperti Bakrie Brothers, sehingga betul apa yang dikatakan oleh Bpk. Buyung bahwa perusahaan semakin besar/kaya akan cenderung berubah menjadi kikir. Seharusnya para Leadernya, jika perusahaannya sudah pada posisi puncak, maka mereka harus merenung untuk memikirkan kontribusinya untuk kepentingan Bangsa ini. Demikianlah sedikit tanggapan dari saya. Terima kasih.

  8. Adriani, palembang said

    setuju, paak!!
    yang jelas suatu pernyataan misi merupakan langkah awal yang harus ditetapkan dari suatu proses management strategi suatu organisai karena suatu organisasi atau lembaga akan kita bawa, apa yang akan kita capai, dan bagaimana kita menerapkannya melalui budaya maupun nilai-nilai yang berlaku dalm organisasi dan dapat tercermin dari prilaku karyawannya yang berpengaruh pada kinerja perusahaan. sehingga pada akhirnya keberhasilan pada suatu organisasi merupakan hasil bersama dari seluruh karyawan yang sama-sma memahami dan mempedomani misi dan visi yang sudah disepakati bersama. selamat pakk!!!

  9. Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 5 Juli 2008

    Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen
    (Satu Sebab Krisis Indonesia)
    Oleh Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain).

    INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini?

    Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah satunya, yaitu ilmu pengetahuan, sistem ilmu pengetahuan. Pokok bahasan itu demikian penting, yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun, selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian, manufaktur, teknik, keuangan, pemasaran, pelayanan, komputerisasi, penelitian, sumber daya manusia dan kreativitas, atau lebih luas bidang hukum, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, keamanan dan pendidikan. Kemudian, apa definisi sesungguhnya sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri.

    Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan, berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn, to know). Sampai abad XVII, kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kemudian, setelah abad XVII, pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie, 2001), sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Dan, bukti nyata masalah, ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang):

    Contoh, “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Menemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat, oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1982:4, PT Gramedia, cetakan VII, Jakarta). Juga, “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen, baru dimulai tahun 1900. Sebelumnya, hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, 2005:19, Gajah Mada University Press, cetakan kedelapan belas, Yogyakarta).
    Kemudian, “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi, lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Tahap Kuantifikasi, yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta, karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie, Pengantar Ilmu Pemerintahan, 2005:18-19, PT Refika Aditama, cetakan ketiga, Bandung).

    Lebih jauh, Sondang P. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25, cetakan ke-21, Jakarta), sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen, yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority, TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama, TQO Tahap Survival (1886-1930). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Kedua, TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Ketiga, TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya, perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Keempat, TQI Tahap Behavioral (1959-2000). Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kemudian, Sondang P. Siagian menduga, tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika, didasarkan gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. (Yang ternyata benar dan saya penuhi, meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan, bukan komputer). Kelima, TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukumnya, (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). (Contoh, dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD, padanan m(eter), k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert, itu pun tanpa satuan). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).

    Bandingkan, fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138), Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45), atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22, 25-26).
    Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya, adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan, departemen, dan sebuah negara) pun mampu memahami, mengatasi, dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya.

    PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar, jika dibiarkan tanpa alat bantu, membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon).

    BAGAIMANA strategi Anda?

    *) Ahli strategi, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, email: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com).

Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Thought's

Things about the big country and nation -- Indonesia.

infokito

Portal Palembang - Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

palembang dan jawa

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.