Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

Pemikiran Buyung A. Syafei

Posted by Buyung Syafei pada 5 Oktober 2007

File : Kompeten dan Kompetensi

Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan  tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Kompeten harus dibedakan dengan kompetensi, walaupun dalam pemakaian umum istilah ini digunakan dapat dipertukarkan. Upaya awal untuk menentukan kualitas dari manajer yang efektif didasarkan pada  sejumlah sifat-sifat kepribadian dan ketrampilan  manajer yang ideal. Ini adalah suatu  pendekatan model input, yang fokus pada ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengerjakan  suatu pekerjaan. Ketrampilan-ketrampilan ini adalah kompetensi dan mencerminkan kemampuan potensial untuk melakukan sesuatu. Dengan munculnya manajemen ilmiah, perhatian orang-orang berbalik lebih pada perilaku para manajer efektif dan pada hasil manajemen yang sukses. Pendekatan ini adalah suatu model output, dengan mana efektivitas manajer ditentukan, yang menunjukkan bahwa seseorang telah mempelajari bagaimana melakukan sesuatu dengan baik. 

Terdapat perbedaan konsep tentang kompetensi menurut konsep Inggris dan konsep Amerika Serikat. Tulisan Lengkap lihat di Kompeten dan Kompetensi

  • Bagaimana dengan di Indonesia ?
  • akan berkiblat pada kedua kubu tersebut ?
  • atau; memiliki pendirian sendir sebagai bangsa yang besar ?

7 Tanggapan to “Pemikiran Buyung A. Syafei”

  1. Asing said

    Andai saja basis kmpetensi tersebut dapat di adopsi oleh dunia pendidikan di Indonesia, lalu menentukan terminal pendidikan bagi putra dan putri bangsa sebagai generasi penerus, maka bukan tidak mungkin cita-cita perjuangan proklamator akan tercipta, dimana pintu kesejahteraan masyarakat akan terbuka lebar. Go Fight Mr. Buyung.

  2. Terminal pendidikan seharusnya tamatan slta. Dengan pertanyaa apa yang anda mampu kerjakan(can do) setelah tamat slta? Ini penting dengan beberapa alasan, antara lain kita membutuhkan tenaga-tenga terampil tingkat menengah,kemiskinan mengakibatkan tidak semuanya mampu menyekolahkn putera-puteranya sampai perguruan tinggi, andaikata mampupun belum tentu mendapatkan pekrejaan karena tidak ada kompetensi. Untuk itu harus ada link antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Anak-anak mulai murid SD diberikan ketrampilan dengan lebih banyak melakukan pendidikan outdoor.

  3. marjan63 said

    Sejarah perkembangan bisnis di Indonesia, menunjukkan bahwa perkembangan perusahaan atau organisasi sangat erat hubungannya dengan kekuasaan. Terlihat dengan jelas ketika kita mau menerapkan teori bisnis modern terhambat oleh berbagai kebijakan yang dibuat oleh penguasa atau pemerintah. Berbagai kebijakan melahirkan suatu kondisi persaingan tidak sempurna yang hanya memberi kesempatan bagi perusahaan atau organisasi yang ada kaitanya dengan penguasa. TEORI BISNIS MODERN hanya dapat dijalankan secara ideal pada PASAR DENGAN PERSAINGAN SEMPURNA dimana setiap pelaku bisnis secara bebas dalam menerapkan strategi yang mereka miliki. Disamping faktor diatas juga minimnya SDM yang memiliki kompetensi yang mampu melahirkan VISI DAN MISSI yang tajam dan berorientasi kedepan dan terlihat kepemimpinan pada perusahaan atau organisasi lebih TRANSACTIONAL.(Marjan Simangunsong/SDM/VIII/07352-095).

  4. Suparwan G. Parikesit said

    Mamang Buyung yth,

    Persoalan ekonomi Indonesia adalah pertarungan ideologi ekonomi, filsafat, sistem dan teori ekonomi yang hulunya adalah pertarungan dua mazhab besar ekonomi sosialis dan ekonomi kapitalis. Bung Hatta selalu mengingatkan untuk membangun ekonom Indonesia jangan sekali-sekali dilupakan sejarah negeri kita sebagai negeri jajahan. Sebagai negeri jajahan memiliki implikasi terhadap kondsi sosial, ekonomi, politik dan budaya bangsa Oleh sebab itu saya setuju dengan beberapa tulisan anda yang melihat sejarah terbentuknya negara sebagai negeri jajahan. Kita memang lebih condong kepada negara sosialis. Falsafah, ideologi ekonomi kapitalis bahkan teori dan kebijakan yang berasal dari sistem eknomi kapitalis sangat tidak cocok dengan sjarah terbentuknya negara kita, apalagi basis ekonomi kerakyatan terletak pada pelakunya sebagian besar petani, nelayan, buruh, rakyat pedesaan negeri, UKM di 17508 pulau, sangat tidak tepat dengan teori ekonomi liberal yang kini dengan wajah baru sebagai teori neolib.Tulisan anda beberapa telah memberikan pencerahan kepada pemahaman basis ideologi, teori dan kebijakannya. Apalagi teori pertumbuhan sangat mengecoh karena dasar pertumbuhan itu terletak kepada aktiivitas ekonomi tinggi, moneter, saham, perbankan, ekspor dan impor dan beberapa kenaikan devisa atas beberapa komoditi tertentu yang dilakukkan oleh pengusaha besar saja. Pertumbuhan ekonomi adalah menipu karena diatas kertas tidak sama dengan kenyataan ekonomi di lapangan.Saya berharap anda menuliskan kembali basis teori ekonomi neoliberal dan kapitalis dibandingkan dengan ekonomi sosialisme Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Aseli. Sama-sama menjanjikan kesejahteraan rakyat oleh tim ekonomi ketiga Capres 2009 ini, akan tetapi belum terjabar dan terjelaskan dengan terang cara-cara pencapaiannya. Setiap cara akan berbasis kepada ideologi dan falsafah ekonomi yang dianutnya. Teori ekonomi, apalagi kebijakan ekonomi tidaklah besifat neteral, berpulang kepada ideologi ekonomi kapitalis atau sosialis. Sejarah mashab ekonomi dunia hendaknya dibongkar habis agar masyarakat mengetahui dengan baik dan benar. Sehingga basis ekonomi kerakyatan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat dibangun sesuai dengan pondasi untuk mencapai cita-cita akhirnya, yakni masyarakat adil dan makmur. Terimakasih. Dari Soeparwan G Parikesit (budayawan)

  5. buyung ahmad syafei said

    Terima kasihatas tanggapan dan komentar seorang budayawan seperti Soeparwan G.Parikesit, yang banyak menulis dan besar keperduliannya tidak saja terhdap masalah budaya, tetapi masalah-masalah ekonomi dan politik. Saya mendapat kehormatan kalau diminta untuk menulis mengenai akar sosial dari mazhab ekonomi klasik, neo-klasik, neo libral atau neo-libralime dan ekonomi sosialisme. Karena ini adalah bidang ekonomi politik yang memang bidang ekonomi yang sya pelajari. Tetapi, dalam tulisan-tulisan saya, sebenarnya, walaupun tidak secara khusus sudah dapat difahami, terutama tulisan mengenai Sistem Perekonomian, Doels-actie & Reform-Actie, konsep ekonomi kerakyatan yang mennesatkan, dan lain-lain.

  6. Suparwan G. Parikesit said

    Perlu dijelasan juga sikap kedua mazhab besar kapitalis dan sosialis terhadap kebijakan ekspor, impor, pinjaman luar negeri, pasar dalam negeri, industri dan pertanian, majikan dan buruh sebagai pekerja. Juga perlu diterangkan soal : distribusi, produksi dan konsumsi, termasuk posisi koperasi, terakhir bagaimana mereka menempatkan peran BUMN, Koperasi dan Sawasta besar, menengah dan kecil, maupun yang berkaitan dengan mengelola sumber daya alam atau kekayaan alam. Soal peran negara dan privat akan menjadi soal pula. Itulah perlu dicerahkan kembali bangsa ini pada soal yang mendaar yang memiliki akar masalah dan ideologi ekonomi yang dianutnya.
    Terimakasih atas komentar dan tanggapan, ditunggu tulisan yang baru atau pencerahan baru lagi. Dari Soeparwan G. Parikesit.

  7. Heru Setyawan said

    Dengan melihat “culture” sesungguhnya yang terdapat di Tataran Masyarakat Indonesia. Banyak terjadi ketimpangan pelaksanaan di masyarakat tentang suatu paham perekonomian. DEMOKRASI, makna demokrasi harusnya dapat ditelaah lebih terperinci lagi, karena sekarang ini sangat tidak representatif antara makna dengan kenyataan yang terjadi?. Kita kembali mengingat makna RE-FORMASI pada Bulan ke-3 tahun 1998….apa sebenarnya makna re-dan formasi, terkesan sangat dipaksakan tapi diam di tempat. Banyak masyarakat di negeri kita tercinta ini merasa terpuruk kehidupannya, yang sudah kaya makin kaya, tapi bagi masyarakat yang notabenya MISKIN makin SUSAH. Terus apa makna dan orientasi dari paham DEMOKRASI dan REFORMASI bagi masyarakat kita, jika masih seperti yang kita semua rasakan “paham barat” yang berlaku di Negeri kita tercinta ini. “KAPITALIS” itulah yang pantas kita teriakkan kepada semua. Semakin lama idealisme bangsa tidak tampak dan tidak akan pernah berlaku lagi>>> apasih tuntutan rakyat yang sebenarnya? tuntutan masyarakat sebenarnya sangat simple dan sederhana “HANYA INGIN SEJAHTERA”.

Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Thought's

Things about the big country and nation -- Indonesia.

infokito

Portal Palembang - Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

palembang dan jawa

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.