Profile H. Buyung A. Syafei
Enter your search terms Submit search form |
||
|
Nama Lengkap : H. Buyung Ahmad Syafei
Pendidikan : Ph. D. dari Rusia
Sekarang … (sejak tahun 2008 yll) … beliau telah resmi untuk menggunakan gelar Akademik Profesor
Beliau adalah pemikir yang sangat ulet dan memiliki banyak gagasan luar biasa untuk pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia.
Saat ini, beliau memiliki gagasan brilian tentang terminal pendidikan pada tingkat SMA.



rizki utami berkata
kalau bisa semua yang ada di web ini dapat kita realisasikan..
kiki siap membantu datuk..
semangat “layaknya juang thn 45″
daniy m taufik berkata
Saya setuju terminal pendidikan tamatan sma, kalau alasannya karna ketidak mampuan sebagian besar masyarakat kita menyekolahkan putera-puterinya ke jenjang perguruan tinggi dan kebutuhan pembangunan saat ini, tetapi dalam era globalisasi yang mana isi pekerjaan semakin memerlukan pengetahuan yang tinggi, maka terminal pendidikan minimal adalah tamatan D3 atau Poltek. kalau hanya tamatan SMA kita akan kalah bersaing dalam era Global dan kemajuan teknologi. VIVA Pak Buyung!
Henie Palembang berkata
Terimnal pendidikan mulai dari tingkat SMA atau Diploma sah-sah saja. Hanya saja keahlian dan keterampilan di satu bidang yang benar-benar dikuasai menjadi suatu keharusan.
Misalnya tamatan SMA yang menguasai Microsoft Office, bisa menjadi tenaga kerja yang kompeten dan ditempatkan sebagai staf administrasi atau EDP (Electronic Data Processing, peningkatan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan seperti iklan yang sering kita lihat di media elekronik (jika memang ada perbedaannya).
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) jangan hanya sebatas sosialisasi, seminar ataupun pendapat tetapi lebih kepada memaksimalkan apa yang sudah ada, contohnya pelajaran Muatan Lokal. Penyesuaian materi pelajaran Muatan Lokal pada siswa dengan skill yang dibutuhkan stake holder merupakan salah satu dari banyak cara pemberdayaan sistem yang sudah ada tanpa harus mengganti dengan sistem “coba-coba” lagi.
saat ini pada tingkat Sarjana (Strata satu) materi perkuliahan lebih kepada teoritis, sedangkan Diploma diharapkan bisa menjadi tenaga kerja siap pakai (operator). Konsepnya baik, jika saja dari sekolah menengah telah mendalami minimal satu macam keahlian, sehingga pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi memang sebagai langkah lanjutan dari pemahaman. Jika tidak???. Jangan sampai lulusan sarjana hanya sebagai wacana, dan ijasah sebagai selembar kertas sebagai syarat Birokrasi pelamar kerja.
herman berkata
Saya juga sangat setuju dengan terminal pendidikan tingkat SMA, karna salah satu faktor masyarakat Indonesia banyak yang kurang mampu menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi, dengan terminal pendidikan minimal Diploma 3, dan pendidikan dasar 12 tahun, bukan 9 tahun.
herman berkata
Saya juga sangat setuju dengan terminal pendidikan tingkat SMA, karna salah satu faktor masyarakat Indonesia banyak yang kurang mampu menyekolahkan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi, dengan terminal pendidikan minimal Diploma 3, dan pendidikan dasar 12 tahun, bukan 9 tahun. dan lulusan Strata 1 nantinya dapat mempunyai keahlian yang berkompeten.
awantoriadi berkata
Hidup untuk belajar, belajar untuk hidup
Rahmadi berkata
kemampuan sumber daya manusia adalah merupakan salah satu penyebab penerapan teori bisnis modern tidak dapat dijalankan di Indonesia. tenaga yang propesional dengan kompetensi rendah menyebabkan misi dan strategi cenderung hanya ditujukan untuk keuntungan jangka pendek.
A. Badui berkata
Tidak adanya kejelasan Hukum dan adanya perbedaan perbedaan perlaluan dari pemerintah terhadap perusahaan atau organisasi menyebabkan lahirnya persaingan yang tidak sehat. ketidak adilan dan penegakan hukum yang tidak benar menyebabkan para pengusaha kesulitan dalam mengimplementasikan strategi yang berbasis pada teori modern
Muhsin berkata
kebangkrutan suatu perusahaan atau organisasi dapat terjadi ketika para pembuat keputusan kurang dapat melihat kedepan, yakni apa yang terjadi ketika mereka sampai tingkat keuntungan maksimal, mereka tidak lagi memikirkan hal atau rencana yang lain. cenderung strategi yang dimiliki kaku tidak dirubah sesuai dengan pertimbangan yang ada
herman berkata
saya sependapat dengan bapak, bahwa garis lahirnya kompetensi adalah KSAS. Akan tetapi bagaimana KSAS supaya menjadi kompeten-kompeten tertentu adalah dikarenakan pendidikan kita hanya berpokus pada “Mengetahui”,supaya seharusnya “mengetahui dan aplikasi” dalam proses mengetahui harusnya tidak selalu pada proses mengajar, tapi lebih ke arah pengaplikasikan
Ruslan berkata
berbagai faktor yang secara nyata yang menyebabkan tidak berkembangnya perusahaan atau organisasi sesuai dengan teori bisnis modern adalah budaya masyarakat, yang cenderung sulit berupah mengikuti hal-hal yang baru. hal tersebut di atas dapat terjadi karena rendahnya SDM yang kita miliki
Ruslan berkata
berbagai faktor yang secara nyata yang menyebabkan tidak berkembangnya perusahaan atau organisasi sesuai dengan teori bisnis modern adalah budaya masyarakat, yang cenderung sulit berupah mengikuti hal-hal yang baru. hal tersebut di atas dapat terjadi karena rendahnya SDM yang kita miliki
M. Effendi berkata
pengusaha atau organisasi di INDONESIA dalam membuat strateginya kurang melakukan “ANALISA LINGKUNGAN” yang menyebabkan perusahaan cenderung tidak dapat bertahan ketika terjadi perubahan
Ruslan berkata
adanya perubahan strategi pada perusahaan atau organisasi tidak dapat diikuti perubahan struktur organisasi, hal ini yang menyebabkan inplementasi strategi yang ada tidak terjalan efektif
A. Yani berkata
gaya kepemimpinan”Transactional” sangat kuat di Indonesia. hal ini menyebabkan sulitnya para karyawan memahami dan merasakan apa yang menjadi misi. konsep transaksi telah menjadi budaya para pemimpin perusahaan yang menyebabkan karyawan tidak merasa memeliki perusahaan yang melahirkan budaya organisasi yang lemah.
Marjan simangunson berkata
Perkembangan perusahaan atau organisasi di Indonesia tidak terlepas dari sejarah berdirinya perusahaan tersebut. Dimana perusahaan pada awal bertumpu pada kekuasaan atau penguasa. Hal ini menyebabkan kebijakan-kebijakan pemerintah sebagai faktor Eksternal menjadi ancaman terbesar dalam mengimplementasikan setiap strategi perusahaan atau organisasi. Hal tersebut di atas cenderung melahirkan PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA yang pada akhirnya menuju pasar monopolistik. Teori bisnis modern secara ideal hanya bisa dikembangkan dimana pasar bersifat PERSAINGAN SEMPURNA. Di samping hal di atas SDM yang lemah dalam kompetensi serta sikap dari pengusaha atau pemimpin yang cenderung TRANSACTIONAL menyebabkan budaya perusahaan atau organisasi menjadi lemah.
Pril Mamori berkata
Untuk perusahaan perubahan strategi dan implementasinya sangat mudah dilakukan, akan tetapi pada organisasi non bisnis hal ini tentu sangat sulit, karena STRUKTUR ORGANISASI sudah diatur oleh pemerintah. Menurut pendapat saya, hal tersebut diatas menyebabkan organisasi yang dibangun cenderung dipaksakan strukturnya tanpa melihat pada visi dan misi yang ditetapkan, seperti diknas dll
Marlian berkata
Pendidikan saat ini tidaklah luput dari sejarah bangsa Indonesia ini, Indonesia merdeka yang baru 62 tahun, bila kita bandingkan dengan masa Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun, selama penjajahan, penjajah selalu berusaha melakukan pembodohan terhadap bangsa ini, yang tentunya pembodohan yang dilakukan penjajah sudah mendarah daging pada bangsa ini,
Setelah Indonesia merdeka tahun 1945 pemimin bangsa pada saat itu terfokus pada perbaikan ekonomi terlebih dahulu dengan cara memenuhi segala kebutuhan rakyat terutama sandang dan pangan,namun walaupun demikian pendidikan tetap berjalan dan sempat mengalami masa kejayaan terbukti dengan banyaknya guru Indonesia yang ditugaskan mengajar ke negara Malaysia, Namun jiwa bangsa Indonesia yang telah lama dijajah itu tetap membekas sampai pada pola pendidikan.
Pola pendidikan pendidikan pada tahun 1965an seorang guru yang sedang mengajar bila siswanya tidak bisa menjawab atau tidak mengerjakan tugas maka siswa tersebut disuruh tegak menghadap papan tulis dengan satu kaki diangkat , bahkan ada juga guru yang sempat memukul siswa dengan mistar, pola pendidikan yang demikian memang membawa hasil yang baik terbukti orang tua yang pendidikannya SR sampai kelas 3 bila menghitung cukup dengan melihat keatas dan langsung dapat menjumlah, membagi, mengurang dan mengali coba kita bandingkan dengan sebagian besar siswa SD saat ini yang kelas 3,
Seelah zaman berubah apalagi di era sekarang ini seorang guru bila memarahi siswa akibat tidak bisa mengerjakan suatu tugas sudah harus berhadapan dengan hukum, sedangkan siswa itu sendiri masih jiwa sperti dulu yaitu harus diaksa dan diberikan sangsi terutama kami yang bertugas didaerah yang merasakan demikian.
Selain itu saya mendukung sekali pendapat Bapak bahwa pendidikn perlu strategi jangka panjang, jangan sampai ada anggapan ganti mentri ganti pula kurikulum sehingga guru bingung seperti : Sebelum tahun 2004 sosilisai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sangat gencar mulai dari tingkat pusat sampai tingkat sekolah ,itu berlangsung kurang lebih 2 tahun, setelah masuk tahun 2004 pelaksanaan KBK dimulai, belum lagi guru memahami tentang KBK sudah disosialisasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dilaksanakan sejak tahun pelajaran 2006-2007.
Demikian komentar saya dan saya pribadi sangat kagum pada Bapak dalam memberikan mata kuliah semoga Bapak tetap sehat dan terus berjuang membenahi Pendidikan Indonesia ini.
A.H. Junaidi Kholik berkata
Saya melihat bahwa kebangkrutan suatu bisnis di negara kita iniadalah akibat dari implementasi dari strategi yang sudah ditetapkan tidak dijalankan sesuai dengan teori bisnis modern dan strategi yang ada bersifat kaku atau alergi terhadap perubahan. terima kasih mudah-mudahan dengan semakin banyaknya orang mengecap pendidikan MM, kesadaran terhadap teori bisnis modern semakin mudah diaplikasikan diperusahaan dan organisasi . Maju terus MM.SDM.UBD.terima kasih
Ruslan Kirom berkata
Berbagai faktor yang secara nyata yang menyebabkan tidak berkembangnya perusahaan atau organisasi sesuai dengan teori bisnis modern adalah budaya masyarakat, yang cenderung sulit berupah mengikuti hal-hal yang baru. hal tersebut di atas dapat terjadi karena rendahnya SDM yang kita miliki.
Fauzi Shaleh berkata
VISI DAN MISI cenderung hanya semboyan. dia lebih sering lahir tanpa sebuah pemikiran yang matang dan tak jarang strategi organisasi/ perusahaan tidak mengacu pada visi yang ada, sehingga bila terjadi perubahan sangat sulit merubah misi yanga da untuk penyesuaian strategi terhadap perubahan yang ada.
Richard Yunianton berkata
Dear Sir,
Menarik tentang topik kompetensi. Oleh karena itu saya ingin mengangkat menjadi topik penelitian bagi tesis saya sekarang. Cuma masalahnya saya memiliki kendala untuk memperoleh informasi untuk mendapatkan text book sebagai landasan teori. Jika mungkin tidak merepotkan, saya ingin bertukar pikiran untuk masalah tersebut. Terima kasih, untuk itu saya bisa dihubungi di email saya, atas nama Richard Yunianton. Terima kasih
dionysius koraag berkata
terima kasih pak buyung, saya dion, mahasiswa S2 magister manajemen mercu buana, saya sudah membaca sebagian tulisan pak profesor, menarik dan memberi pencerahan…..
Hari Mahardika berkata
Membaca, tulisan Prof. Buyung ada dua penyesalan dalam diri saya,
1. menyesal karena merasa terlalu banyak waktu yang saya sia-siakan, sehingga tidak seproduktif Prof. Buyung
2. Menyesal karena terlambat tau akan blog ini
inspiratif Prof, semoga semakin produktif dalam menulis serta tulisan beliau dapat bermanfaat bagi semua
sukses selalu
hari mahardika
emron edison berkata
Tertarik dengan tulisan Profesor tentang kompeten dan kompetensi, untuk itu saya mengutif tulisan bapak pada alinea pertama dari tulisan tersebut yang berkaitan dengan kuliah saya. Terimakasih Prof.