Thought's

Things about the big country and nation — Indonesia.

Arsip untuk April, 2010

PARTAI POLITIK DAN IDEOLOGI

Posted by Buyung Syafei pada 8 April 2010

Oleh: Prof. H.Buyung Achmad Sjafei, Ph.D ~ Jakarta, 8 April 2010

Partai Politik Tanpa Ideologi

Setelah lengsernya Suharto yang berkuasa 32 tahun, setiap orang dapat mendirikan  partai politik dengan dalih  reformasi dan demokrasi, walaupun tidak siap dengan suatu ideologi.  Dalam orde baru partai politik dibatasi dengan 2 partai yaitu PDI dan PPP yang mewakili faham nasionalisme dan agama (Islam) serta Golkar yang semuanya harus didasarkan pada azas tunggal Pancasila.

Sekarang yang ikut pemilu 2009 mencapai 38 partai politik, sedangkan yang mendapatkan suara  dari pemilu legislatif 2009 hanya 9 partai politik. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sistem politik yang dicerminkan oleh banyaknya jumlah partai politik yang tidak ber-ideologi dengan kehidupan politik dalam masyarakat.

Periode orde baru, sistem politik yang diwakili oleh 2 partai politik dan Golkar tidak mampu mewadahi kehidupan politik yang ada dalam msyarakat karena itu dipaksakan secara otoriter. Sebaliknya, sekarang sistem politik terlalu luas yang tidak menggambarkan suatu kemajuan dalam berdemokrasi.

Partai politik hanya sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan, sehingga banyak  partai politik yang tidak dibutuhkan oleh kehidupan politik karena tidak jelas ideologinya.

Tidak dibutuhkannya sebagian besar partai politik dibuktikan oleh hasil  pemilu legislatif 2009, dari 38 partai politik hanya 9 partai politik yang mendapatkan suara yang berarti. Ini disebabkan antara lain oleh adanya kesenjangan antara sistem politik (yang tidak punya ideologi) dan kehidupan politik masyarakat yang mempunyai faham nasionalisme, agama (Islam), dan sosialisme.

Partai politik memang sebagai alat perjuangan untuk mengoranisir rakyat dengan tujuan merebut kekuasaan. Tetapi kekuasaan  itu seharusnya didasarkan pada suatu ideologi, suatu impian yang membuat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagi Indonesia, membangun bangsa dan negara mecapai masyarakat adil dan makmur harus didasarkan pada Pancasila sebagai dasar negara dan sekaligus sebagai ideologi negara.

Ideologi dalam partai politik tidak hanya sekedar pengikat lahir dan batin antara para anggotanya, tetapi merupakan rohnya suatu partai poitik untuk mencapai suatu tujuan besar, bukan tujuan pribadi atau golongan yang sesaat (istilah sekarang pragmatis). Tidak adanya ideologi partai-partai politik sekarang ditunjukkan juga oleh adanya  segelintir dari kaum intelektual yang dengan mudahnya  berpindah-pindahnya partai (dikenal dengann bajing loncat), yang tidak pernah terjadi pada masa lalu.

Atau jika tidak puas dengan partainya mereka  dengan mudahnya juga keluar dan mendirikan partai baru. Anggota-anggota partai politik seperti ini,  tidak bisa diandalakan untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak, karena motivasinya hanya sekedar kepentingan pribadi/kelompok.

Pancasila sebagai Ideologi Partai Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Buyung A. Syafei Thought's, Kompetensi, politik | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.